Article
Apakah Anda Sering Menggunakan Hand Sanitizer?
Juli 28, 2015
0

images (6)

Kebiasaan mencuci tangan merupakan hal penting untuk terhindar dari penyakit. Banyak penyakit dapat dicegah dengan kebiasaan mencuci tangan (Schaffer, et.al., 2000 di dalam Hasibuan, RH, 2014). Oleh sebab itu, kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar sangat penting untuk diajarkan sedini mungkin di dalam lingkungan keluarga.

Seiring dengan perkembangan zaman yang mengarah pada kehidupan yang serba praktis, kebiasaan mencuci tangan pun mengalami perubahan. Saat ini, kebersihan tangan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah, meskipun tanpa kehadiran air dan sabun. Hal ini dikarenakan oleh keberadaan produk pembersih tangan yang bernama Hand Sanitizer. Kehadiran Hand Sanitizer ini menyebabkan cara mencuci tangan dengan banyak tahapan kini menjadi sederhana dan hasilnya bersih dari kuman penyebab penyakit.

Produk Hand Sanitizer yang beredar di masyarakat sangat beragam, baik dari variasi bentuk (seperti cair, gel, dan spray), kemasan, maupun aroma yang ditawarkan, sehingga lebih diminati oleh masyarakat. Namun, kandungan zat yang terdapat di dalam produk Hand Sanitizer pada dasarnya adalah berfungsi untuk membunuh kuman. Umumnya produk Hand Sanitizer mengandung agen penjernih, agen pengental, zat pewangi, zat pewarna, zat pengawet, dan alkohol. Beberapa mengandung zat pelembab (seperti gliserin, vitamin E, dan aloevera) untuk membuat tangan menjadi halus. Namun, beberapa produk Hand Sanitizer juga mengandung zat antibiotik di dalamnya, seperti triclosan, senyawa amonium, dan benzalkonium klorida. (Barkeley, 2014)

Hand Sanitizer dengan kandungan antibiotik ringan, seperti triclosan, sejauh ini tidak disarankan oleh para ahli untuk digunakan secara terus menerus karena tidak efektif dalam membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit (Barkeley, 2014). Sebaliknya, penggunaan triclosan ini dapat menyebabkan kuman pada tangan menjadi resisten, termasuk terhadap antibiotik amoxicillin. Penggunaan Hand Sanitizer tanpa tambahan zat antibiotik dan dengan kandungan alkohol 60 persen akan lebih baik dan aman digunakan untuk jangka panjang (Depkes, 2015).

            Para ahli sependapat bahwa mencuci tangan dengan sabun pada air bersih yang mengalir lebih baik jika dibandingkan dengan membersihkan tangan dengan menggunakan Hand Sanitizer. Air dan sabun masih tetap lebih baik digunakan untuk membersihkan tangan yang terlihat kotor dan berminyak. Penggunaan Hand Sanitizer berbahan alkohol bagus untuk membersihkan tangan hanya ketika tangan memang sudah dalam keadaan bersih untuk memastikan kuman benar-benar mati.

Membersihkan tangan dengan metode cuci tangan dengan air dan sabun atau dengan menggunakan Hand Sanitizer sama-sama bertujuan untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Namun, tetap terdapat sisi positif dan negatif antara kedua metode tersebut. Sesuaikan dengan situasi dan keperluan Anda dan tetap ingat bahwa kebersihan tangan adalah penting untuk terhindar dari berbagai macam penyakit. Hidup Anda adalah pilihan Anda, jadi pilihlah cara yang terbaik untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Daftar Pustaka

Barkeley. (2014, September 8). 6 Things About Hand Sanitizers. Dipetik July 26, 2015, dari Barkeley University of California: www.barkeleywellness.com

Depkes. (2015, 07 26). Cuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir Versus Hand Sanitizer. Dipetik 07 26, 2015, dari Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: http://promkes.depkes.go.id/

Hasibuan, R H. (2014). MENCUCI TANGAN. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40863/4/Chapter%20II.pdf , diakses pada tanggal 26 Juli 2015.