Article
AYO, Cegah Kecacingan Pada Anak !
Juli 20, 2018
0

Di Indonesia ada berbagai jenis penyakit yang masih merupakan masalah kesehatan, salah satu adalah cacing perut yang didapatkan dari tanah. Kecacingan dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan, nutrisi makanan dalam tubuh, kecerdasan serta produktivitas, sehingga secara ekonomi mengakibatkan kerugian, yang kemudian dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia (Depkes RI,2006a). Selain cacing perut ada spesies yang didapatkan dari tanah (Soil Transmitted Helminth), kemudian terdapat cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) serta cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale) (Depkes RI, 2006a).

Kecacingan atau dikenal juga dengan helminth berasal dari kata Yunani yang berarti cacing. Kecacingan adalah masuknya spesies cacing dari luar tubuh yang tidak dibutuhkan tubuh serta dapat mengganggu pencernaan makanan dalam tubuh.

 

Penyebab Kecacingan

Penyakit infeksi cacingan atau sangat berkaitan erat dengan masalah hygiene serta sanitasi lingkungan. Pada umumnya penyakit kecacingan pada anak ditularkan melalui kuku jemari tangan yang kotor serta panjang dan masa anak-anak sangat senang bermain tidak terkecuali bermain tanah  kemudian telur cacing akan terselip di kuku tangan. Pada orang dewasa bekerja di kebun, dan disawah juga dapat menjadi penyebab kecacingan.

 

Cara penularan

Perilaku anak buang air besar sembarangan , tidak di jamban menjadi pemicu pencemaran tanah serta lingkungan yang nantinya akan menyebabkan penularan infeksi cacing apa bila dalam tinja tersebut terdapat telur cacing. Infeksi pada anak sering terjadi melalui tangan yang terkontaminasi telur cacing. Penularan melalui air sungai juga dapat terjadi, karena air sungai sering digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, Perilaku anak jajan di sembarang tempat yang kebersihannya tidak dapat dikontrol oleh orangtua dan tidak terlindung dan dapat tercemar oleh debu dan kotoran yang mengandung telur cacing, hal ini dapat menjadi sumber penularan infeksi kecacingan pada anak. Selain melalui tangan, transmisi telur cacing juga dapat melalui makanan dan minuman, terutama makanan jajanan yang tidak dikemas dan tidak tertutup rapat. Telur cacing yang ada di tanah/debu akan sampai pada makanan tersebut jika diterbangkan oleh angin atau dapat juga melalui lalat yang sebelumnya hinggap di tanah/selokan, sehingga kaki-kakinya membawa telur cacing tersebut, terutama pada jajanan yang tidak tertutup.

Faktor Resiko

Faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi cacing diantaranya:

  1. Lingkungan

Penyakit cacingan umumnya terjadi di lingkungan yang kumuh terutama didaerah kota atau daerah pinggiran. Jumlah prevalensi Ascaris lumbricoides banyak ditemukan di daerah perkotaan, serta jumlah prevalensi tertinggi ditemukan didaerah pinggiran atau pedesaan yang masyarakatnya sebagian besar masih hidup dalam kekurangan.

 

  1. Tanah

Infeksi cacingan dapat melalui terkontaminasinya tanah dengan tinja yang mengandung telur Trichuris trichiura, telur tumbuh dalam tanah liat yang. Tanah liat dengan kelembaban tinggi sangat baik untuk berkembangnya telur Ascaris lumbricoides hingga menjadi bentuk infektif. Sedangkan untuk pertumbuhan larva Necator americanus yaitu membutuhkan tanah gembur seperti pasir atau humus.

  1. Perilaku

Perilaku mempengaruhi terjadinya infeksi cacingan yang ditularkan lewat tanah. Anak-anak sering terserang penyakit cacingan karena biasanya jari-jari tangan mereka dimasukkan kedalam mulut, atau makan tanpa cuci tangan.

  1. Status Gizi

Cacingan dapat mempengaruhi pemasukan (intake), pencernaan (digestif), penyerapan (absorbsi), serta metabolisme makanan. Secara keseluruhan infeksi cacingan dapat menimbulkan kekurangan zat gizi berupa kalori dan dapat menyebabkan kekurangan protein serta kehilangan dan produktifitas kerja, juga berpengaruh besar dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya.

 

Pencegahaan

Pencegahan infeksi cacing dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya:

  1. Pendidikkan kesehatan seluruh anggota keluarga.
  2. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bebas dari tinja.
  3. Membuat jamban yang sehat dan biasakan buang tinja pada jamban.
  4. Mancuci tangan dengan deterjen / sabun sebelum makan.
  5. Menggunting kuku tangan.
  6. Hindari bermain di tanah.
  7. Menggunakan alas kaki.

 

Setelah membaca informasi kecacingan pada anak di atas tentu kita harus mulai sadar akan perilaku dan lingkungan anak bermain guna mencegah adanya kecacingan yang berakibat pada nutrisi dan produktifitas anak. Rutin minum obat cacing setiap 6 bulan sekali juga menjadi pencegahan kecacingan pada anak. Anak Sehat Bebas Cacingan

 

Sumber

Dep.Kes RI,(2006a). DESA SIAGA Petunjuk Tenis Penyehatan Lingkungan Bagi Kader, Tokoh Masyarakat dan Petugas Pos Kesehatan Desa (POSKESDES), Jakarta.

Dep.Kes RI, (2006b) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesi No.424/MENKES/SK/VI/2006 Tentang Pedoman Pengendalian Cacingan,Jakarta,[Online]http://www.hukor.de pkes.go.id/ diakses 18 juli 2018.

Safar, R. (2009). Parasitologi Kedokteran Protozoologi Helmintologi Entomologi, Bandung: CV Yrama Widya.

Widodo, H. (2013). Parasitologi Kedokteran, Jogjakarta: D-MEDIKA.