Surat Biru Muda
“Bagaimana Kita Menjadi Luar Biasa Kalau Masih Melakukan Hal yang Biasa Saja”
November 7, 2017
0

Ketut Ary Diana Artha, S.KM., M.Kes “Bagaimana kita menjadi luar biasa kalau masih melakukan hal yang biasa saja”

Halo mahasiswa PSKM FK Unud, tahukah kalian bahwa sebelum terbentuknya Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) terdapat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PSKM sebagai sebuah organisasi di bawah naungan PSKM FK Unud? Untuk lebih jelasnya yuk kita berkenalan dengan Ketua BEM PSKM angkatan pertama yaitu Ketut Ary Diana Artha, S.KM., M.Kes. Ia merupakan sosok yang akrab dipanggil ‘Ary’ yang merupakan salah satu alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) tahun 2002. Selain itu, selama masa perkuliahan Kak Ary sangatlah aktif berorganisasi yang dibuktikan dengan keikutsertaannya di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) PS IKM Unud dan menjabat sebagai Ketua di organisasi tersebut. Setelah menamatkan pendidikan sarjananya, Kak Ary melanjutkan pendidikan magister di Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana. Laki – laki yang lahir di Singaraja, 2 Desember 1983 ini mengatakan bahwa keikutsertaannya di keorganisasian dilatarbelakangi keinginannya untuk menambah wawasan dan pengalaman, memperluas relasi dan meningkatkan soft skill yang jarang didapat di bangku kuliah. Lalu apakah suka duka yang Kak Ary rasakan? Ia mengutarakan bahwa duka yang pernah Ia alami yaitu sulitnya untuk membagi waktu antara kegiatan akademik dan organisasi sehingga kegiatan perkuliahan sering terbengkalai. Dibalik duka tentunya suka yang dirasakan yaitu sungguh bersyukur dan senang dapat dapat mengenal lebih banyak teman dan sering dihadapkan pada tantangan – tantangan baru, salah satu kebanggaan Kak Ary sampai saat ini selama menjabat sebagai ketua yaitu karyanya dijadikan lambang PS IKM UNUD dan sekarang menjadi lambang HMKM.
Selama menjalani masa kuliah di PSKM FK Unud, lelaki berusia 34 tahun ini mengaku pernah mendapatkan beasiswa sewaktu S1 dan S2. Beasiswa pendidikan S1 ia peroleh dari Bank Indonesia dan beasiswa pendidikan S2 ia peroleh dari S2 dapat beasiswa dari PPSDM Kementrian Kesehatan RI. Ia mengatakan bahwa untuk memeroleh beasiswa S1 memang diumumkan oleh pihak sekretariat, kemudian diwajibkan untuk mengajukan permohonan sesuai syarat – syarat terlampir. Sedangkan untuk S2 mencari informasi di PPSDM Kementerian Kesehatan RI yang dapat diakses melalui internet dan kemudian mengajukan permohonan untuk memeroleh rekomendasi dari Pemerintah Kota Denpasar untuk mengikuti seleksi calon penerima beasiswa, selanjutnya mengajukan permohonan sebagai calon penerima beasiswa ke PPSDM via internet dan ke Dinas Kesehatan Propinsi Bali untuk seleksi administrasi.
Sosok yang hobi berolahraga ini mengatakan PSKM yang sekarang sudah bagus dan mengalami perkembangan yang sangat pesat baik dari segi kuantitas dan kualitasnya. Adanya peminatan dengan kualifikasi dosen yang mumpuni sudah mampu menjawab kebutuhan akan tenaga S.KM dengan spesialisasinya.Mahasiswa sekarang juga cenderung lebih aktif dan inovatif dalam mengembangkan skill dan kemampuannya, terbukti dari banyaknya prestasi yang diperoleh beberapa mahasiswa baik di tingkat nasional dan internasional.
Setelah menamatkan pendidikannya di PSKM, Kak Ary mendapatkan kesempatan untuk bekerja di Dinas Kesehatan Kota Denpasar sejak tahun 2012 yang sebelumnya merupakan pegawai pindahan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, diangkat PNS tahun 2009. Seorang yang memiliki motto hidup “Bagaimana kita menjadi luar biasa kalau masih melakukan hal yang biasa saja”, mengatakan bahwa saran yang dapat ia berikan untuk PSKM dan HMKM terkait dengan pengalamannya setelah lulus dan di tempat kerja yaitu untuk PSKM bahwa sesungguhnya ia merasa secara keseluruhan sudah baik, hanya saja kalau memungkinkan pengembangan soft skill dan praktek belajar lapangan untuk mahasiswa porsinya diperbesar. Serta pendapat dan saran tentang HMKM yaitu sampai saat ini ia melihat sangat aktif dan kegiatan yang dilakukan sangat positif untuk pengembangan diri mahasiswa dan kampus. Hanya saja ia mengusulkan agar kegiatan yang dilakukan tidak monoton tiap tahunnya sehingga bisa membuat kegiatan inovatif lainnya agar tidak terkesan terlalu meniru program kerja dari periode sebelumnya.
Selama empat tahun menjalani masa kuliah di PSKM FK Unud berbagi tentang suka duka yang ia alami yaitu sukanya karena dulu ia merupakan mahasiswa angkatan pertama jadi semua sudah seperti keluarga, baik mahasiswa, dosen dan pegawai semua saling mengenal dan peduli satu sama lain. Sedangkan dukanya dulu yaitu ia dan teman – teman seangkatan kuliah di bukit merasa cukup terasing karena belum punya gedung dan masih menumpang padahal SPP dan SPI waktu itu sudah lumayan tinggi, tetapi syukurlah bahwa keadaan perkuliahan sekarang sudah jauh lebih baik.
Dibalik segala pencapaian Kak Ary, ia mengaku bahwa orang yang selama ini memotivasinya adalah orang-orang yang underestimate terhadapnya. Daripada merasa terpuruk, ia malah semakin termotivasi untuk melakukan hal – hal yang lebih baik lagi. Dan ia berpesan sampai detik ini ia belum merasa menjadi orang yang sukses, tetapi ia tetap bersyukur dengan pencapaiannya hingga saat ini. Dan pesan kepada adik yang masih menempuh pendidikan di PSKM FK Unud yaitu : “Tetaplah belajar dan terus belajar..kembangkan semua potensi yang ada dalam diri kita..jangan hanya selalu berpikir tentang nilai akademis.Karena pengalaman adalah guru dari segalanya.”