Surat Biru Muda
“Hard work is the key success for a dreamer to be a winner”
April 17, 2019
0

78787]

I Gusti Ngurah Edi Putra lahir di Denpasar pada 18 Juli 1994. Pria yang akrab disapa “Edi” ini beralamat di Jln. Pantai Saba, Br. Blangsinga, Blahbatuh, Gianyar. Ia merupakan alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) angkatan 2012 (IKM’12) peminatan Biostatistika dan Demografi. Keputusan memilih peminatan ini dilatarbelakangi oleh kegemaran pelajaran matematika dan statistika sejak SMA. Selain itu, Kak Edi juga menambahkan bahwa math is the mother of all sciences, dan hal tersebut juga berlaku untuk biostatistics is the mother of public health science. Kak Edi melanjutkan pendidikan S2 di Mahidol University, Thailand dengan mengambil progam Master of Arts in Population and Sexual and Reproductive Health. Saat ini yang bersangkutan bekerja sebagai peneliti di Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud). Pria yang hobi menulis serta travelling ini juga berencana untuk melanjutkan studi S3 di masa mendatang.

Pria yang akan berumur 25 tahun ini dulunya merupakan mahasiswa yang aktif saat kuliah. Dengan berbekal beasiswa Bidikmisi untuk menempuh pendidikan di PSKM, ia berusaha aktif dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Kak Edi mengikuti beberapa organisasi mahasiswa saat kuliah, salah satunya yaitu Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM). Dalam organisasi HMKM, ia menjabat sebagai wakil ketua Divisi Khusus Komunitas Mahasiswa Peduli Tembakau (DK KMPT). Selain itu, ia juga melibatkan diri dalam beberapa Badan Semi Otonom (BSO) yang ada di Fakultas Kedokteran, yakni Kelompok Ilmiah Hippocrates (KIH) untuk mengembangkan hobi menulis yang ia miliki serta bergabung dalam Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan (KMPL) untuk menyeimbangkan kemampuan akademik dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain organisasi yang ada di Fakultas Kedokteran, pria asal Gianyar ini juga sempat aktif pada organisasi Kita Sayang Remaja (Kisara) PKBI Bali dan sempat menjabat sebagai Project Officer of Research, Database & Advocacy. Mengikuti banyak organisasi semasa kuliah di PSKM tentu mendatangkan berbagai suka dan duka. Hal yang diperoleh dari mengikuti organisasi adalah pengembangan softskill berupa kemampuan substansial dalam berorganisasi, yang tidak dipelajari saat tatap muka kegiatan akademik di kelas.

Aktif di berbagai organisasi, tidak menjadi alasan surutnya prestasi yang ditorehkan oleh Kak Edi. Semasa kuliah, ia banyak mengikuti lomba yang sejalan dengan hobi menulisnya. Tidak jarang pula ia menyabet gelar juara dari lomba yang diikutinya, seperti Juara 1 Lomba Esai Nasional Scientific Atmosphere 6 yang diselenggarakan oleh KIH FK Unud 2013, Juara 2 Lomba Esai Nasional Indonesian Ecology Expo yang diselenggarakan oleh FEM IPB 2013, Juara 1 Lomba Esai Nasional Worlds AIDS Day yang diselenggarakan oleh KMPA FK Unud 2016, serta beberapa juara lainnya. Selain itu, ia juga sempat memperoleh hibah penelitian PKM-P dari Dikti dan juga hibah penelitian dari Litbang FK. Puncak prestasi selama masa kuliah di PSKM yaitu ia berhasil menjadi lulusan terbaik dari Fakultas Kedokteran pada Wisuda Universitas Udayana ke-118 tahun 2016 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yaitu 3,93.

Kak Edi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S2 setelah sempat bekerja sebagai Monitoring&Evaluation (M&E) Officer di Sub-Recipient Yayasan Kerti Praja yang bekerja untuk memonitoring proyek penjangkauan WPS di 7 provinsi di Indonesia. Pendidikan S2 di tempuh di Mahidol University dengan memperoleh beasiswa Mahidol-Norway Capacity Building Initiative for ASEAN (CBIA) yang merupakan beasiswa kerjasama antara Mahidol University dan pemerintah Norwegia. Selama menjalani kuliah S2, Kak Edi sempat aktif sebagai staf di Departmen SDM dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Thailand (Permitha). Selain itu, ia juga mengikuti berbagai konferensi internasional serta menyabet gelar The Best Poster Presenter pada 2nd International Conference on Applied Science and Health, di Mahidol University dan The Outstanding Oral Presenter pada 9th International Graduate Student Conference on Population and Public Health Sciences di Chulalongkorn University, Thailand pada tahun 2018. Ketika hampir menyelesaikan pendidikan S2, Kak Edi juga memperoleh beasiswa penuh sebagai peserta Summer Course on International Labour Migration in Shifting World: New Insights and Policy Challenges, yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada. Prestasi lain yang ditorehkan yaitu ia berhasil menamatkan pendidikan S2 selama satu tahun dengan IPK yang sempurna, yaitu 4.0.

Menjalani keseharian sebagai peneliti di CPHI FK Unud menurut Kak Edi merupakan hal yang patut disyukuri karena CPHI merupakan tempat yang dapat menyalurkan hobi untuk menulis dan travelling. Kak Edi juga mulai aktif menulis berbagai artikel penelitian dan telah dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional, serta beberapa kali diminta sebagai sebagai reviewer pada jurnal dan konferensi internasional. Terkait dengan PSKM saat ini, ia menuturkan cukup bangga dengan pencapaian mahasiswa PSKM saat ini karena mulai adanya peningkatan grafik keikutsertaan maupun juara perolembaan oleh mahasiswa PSKM saat ini. Namun, ada hal yang masih terlihat sama, yaitu fasilitas yang mungkin kurang memadai seperti toilet, AC, dll. Selain itu, ia juga menyarankan agar dibentuk suatu mekanisme untuk menghubungkan antara angkatan yang sudah alumni maupun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di PSKM. Mekanisme tersebut dapat berupa sistem mentoring, sehingga alumni dapat melakukan sharing informasi terkait dengan peminatan, lomba, maupun beasiswa kepada adik kelas yang tertarik terkait hal tersebut. Kak Edi juga menyampaikan capaiannya hingga saat ini tidak luput dari peran orang-orang sekitar seperti keluarga yang sangat memotivasi dan juga dukungan dari para dosen PSKM. Sedikit pesan yang ingin disampaikan kepada mahasiswa PSKM saat ini adalah bahwa hidup adalah pilihan, pilihan untuk terus menjadi pemimpi atau berjuang untuk menuliskan lembaran hidup sebagai pemenang. Mengutip dari Bill Gates, “If you are born poor, it’s not your mistake. But if you die poor, it’s your mistake”. Jadi optimis dan kerja keras merupakan kunci sukses untuk menjadi pemenang terhadap yang selama ini kita impikan. Pastikan usaha berjalan konsisten dan melakukannya menurut versi terbaikmu karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha. You get what you deserve.