Article
Jangan Biarkan Tubuh Anda Dilemahkan oleh Seekor Nyamuk
Juni 20, 2018
0

demam-berdarah-pkrs-rs-azra

Saat ini di Indonesia khususnya Bali sudah mulai memasuki hari-hari mendung dan dihiasi hujan. Nyamuk-nyamuk semakin menambah generasinya dan bangkit dari persembunyiannya. Berbicara masalah nyamuk, tentu terlintas salah satu penyakit yang berhubungan dengan nyamuk yaitu DBD.

Hah? DBD?

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan mengakibatkan spektrum manifestasi klinis yang bervariasi antara yang paling ringan, demam dengue (DD), DBD dan demam dengue yang disertai renjatan atau dengue shock syndrome (DSS) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi. Nyamuk pembawa virus dengue tersebut lebih aktif pada pagi atau siang hari (WHO, 2009)

Bagaimana mekanisme terjadinya DBD?

Apabila nyamuk menggigit orang, air liur nyamuk tersebut masuk ke kulit orang tersebut. Jika nyamuk tersebut mengandung dengue, virus terbawa dalam air liurnya. Sehingga apabila nyamuk tersebut menggigit orang, virusnya masuk ke dalam kulit orang tersebut bersama air liur nyamuk. Virus tersebut tertanam dan memasuki sel darah putih orang tersebut. Sel darah putihnya seharusnya membantu pertahanan tubuh dengan memerangi ancaman. Ketika sel darah putih tersebut bergerak-gerak di dalam tubuh, virus memproduksi kembali atau memperbanyak diri. Sel darah putih bereaksi dengan cara memperbanyak protein pengisyarat, seperti faktor-faktor interleukin, interferon dan tumor nekrosis. Protein ini menyebabkan demam, gejala yang menyerupai flu, dan rasa nyeri yang luar biasa yang terjadi bersama dengue.

Jika seseorang menderita infeksi serius, virus bereproduksi dengan lebih cepat. Dengan semakin banyaknya virus, semakin banyak pula organ (seperti hati dan sumsum tulang) yang terkena dampaknya. Cairan dari aliran darah bocor melalui dinding-dinding pembuluh darah kecil ke dalam rongga-rongga tubuh. Oleh karena itu, lebih sedikit darah yang bersirkulasi atau berputar di dalam tubuh di dalam pembuluh darah. Tekanan darah orang tersebut menjadi sangat rendah sehingga jantungnya tidak dapat memasok cukup darah ke organ vital. Sumsum tulang juga tidak dapat membuat cukup platelet yang dibutuhkan darah agar bisa membeku dengan benar. Tanpa cukup platelet, orang tersebut akan memiliki masalah pendarahan. Pendarahan adalah komplikasi berat dari dengue (Martina, 2009).

Masa inkubasi ekstrinsik (di dalam tubuh nyamuk) berlangsung sekitar 8-10 hari, sedangkan inkubasi intrinsik (dalam tubuh manusia) berkisar antara 4-6 hari dan diikuti dengan respon imun (Martina, 2009).

Faktor risiko penularan demam berdarah dengue

Salah satu faktor risiko penularan DBD adalah pertumbuhan penduduk perkotaan yang cepat, mobilisasi penduduk karena membaiknya sarana dan prasarana transportasi dan terganggu atau melemahnya pengendalian populasi sehingga memungkin terjadinya KLB. Faktor risiko lainnya adalah kemiskinan yang mengakibatkan orang tidak mempunyai kemampuan untuk menyediakan rumah yang layak dan sehat, pasokan air minum dan pembuangan sampah yang benar. Tetapi di lain pihak, DBD juga bisa menyerang penduduk yang lebih makmur terutama yang biasa bepergian (Wilder-Smith, 2008).

 Sudah tahukah Anda fase-fase penyakit DBD?

Pada umumnya penderita DBD akan mengalami fase demam selama 2 sampai 7 hari.

  1. Fase pertama : 1 sampai 3 hari ini penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi 400
  2. Fase kedua : penderita mengalami fase kritis pada hari ke-4 hingga hari ke-5, pada fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 370 Pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah.
  3. Fase ketiga : akan terjadi pada hari ke-6 hingga hari ke-7 ini, penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan, trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali (Kemenkes RI, 2017).

Pencegahan DBD paling baik yang dapat dilakukan yaitu:

  1. Fogging (pengasapan),
  2. Larvasidasi,
  3. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M yakni, menguras tempat-tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, dan menguburkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik bekas, dan lain-lain (Candra, 2010).

Setelah membaca artikel di atas, masih relakah jika tubuh Anda dinikmati oleh nyamuk pembawa virus dengue? Tentu jawabannya tidak bukan? Maka dari itu, marilah kita bersama-sama melakukan pencegahan agar tidak terinfeksi virus dengue. Caranya cukup mudah. Jadi, tunggu apalagi? Jangan biarkan tubuh Anda dilemahkan oleh seekor nyamuk yang ukurannya jauh lebih kecil dari tubuh Anda!!!

 

Sumber :

Candra, Aryu. 2010. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Neliti. Vol 2 (2) : 110-119p.

Kemenkes RI. 2017. Demam Berdarah Dengue (DBD). Diakses pada 15 Juni 2018. Available from : http://www.depkes.go.id/development/site/depkes/index.php?cid=1-17042500004&id=demam-berdarah-dengue-dbd-

Martina BE, et al. 2009. Dengue Virus Pathogenesis : An Integrated View. Clin. Microbiol. Rev. Vol. 22 (4) : 564–81p.

WHO. 2009. Dengue : Guidlines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. New Edition. Geneva: World Health Organization.

Wilder-Smith A, Gubler D. 2008. Geographic Expansion of Dengue : The Impact of International Travel. Med Clin NAm. Vol. 92 : 1377-90p.