Article
Kebiasaan Makan Orang Indonesia yang Tidak Baik untuk Kesehatan
Januari 14, 2019
0

Meski kaya akan ragam kuliner, tapi jangan bangga jika Anda, orang Indonesia, punya kebiasaan makan yang tak baik untuk kesehatan.

Tak hanya memiliki ragam kuliner dengan rasa yang lezat dan khas, orang Indonesia juga tergolong memiliki kebiasaan makan yang unik. Sebut saja makan pakai tangan, cuci tangan dengan kobokan, dan lain-lain. Selain kebiasaan makanan tadi, ada pula kebiasaan makan yang tidak baik untuk kesehatan. Jika Anda memiliki kebiasaan makan seperti di bawah ini, lebih baik segera hentikan.

Gemar makan gorengan

Siapa yang tak tergoda dengan tahu isi, bakwan, risol bihun, atau cireng yang dimakan dengan cabai rawit atau saus sambal? Ya, selain murah dan gampang dicari, gorengan juga dianggap enak. Namun, waspadalah karena camilan (atau salah satu penghias lauk-pauk) sejuta umat ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Terlalu sering dan/atau terlalu banyak makan gorengan bisa meningkatkan diri Anda terkena kolesterol tinggi, dan tentu saja obesitas. Penyebabnya apalagi kalau bukan kalori tinggi dan lemak jenuh dalam gorengan. Sebagai contoh, satu buah pisang goreng mengandung 68 kalori dan 3,58 gram lemak.

Makan mi instan pakai nasi

Satu lagi kebiasaan makan Indonesia yang sepertinya tak dimiliki warga negara lain, yaitu makan mi instan pakai nasi. Begitu krusialnya peran nasi sebagai sumber karbohidrat sehari-hari, banyak orang yang menganggap kalau belum melahap nasi sama saja belum makan. Tak jarang juga orang menyantap beberapa makanan seperti kentang dan ayam goreng restoran cepat saji, soto mi, hingga mi instan pun harus pakai nasi (atau sering terlihat di acara pernikahan, makan spageti pakai nasi)! Padahal, jenis makanan tersebut sudah mengandung karbohidrat.

Jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan ini bisa mendatangkan bahaya. Konsumsi karbohidrat secara berlebihan bisa membuat Anda berpotensi terkena obesitas, penyakit diabetes, dan penyakit jantung. Mulai sekarang, kalau Anda sudah makan karbohidrat seperti kentang, mi, bihun, singkong, atau roti, sebaiknya tak usah makan nasi.

Senang makan jeroan

Meski banyak yang menganggapnya menjijikkan, tapi banyak juga orang Indonesia yang doyan jeroan. Mulai dari usus, babat, hati, paru, lidah, otak, hingga mata kerap diolah menjadi masakan.

Konsumsi jeroan ternyata bisa membuat Anda berisiko terkena berbagai penyakit seperti asam urat, obesitas, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi. Apalagi jika pengolahannya dengan cara digoreng atau digulai, yang keduanya dapat meningkatkan kandungan lemaknya.

Cuci tangan dengan kobokan

Kebiasaan makan unik orang Indonesia lainnya adalah makan tangan, tanpa menggunakan peralatan makan. Menu sesederhana nasi pulen hangat, ayam goreng, lalapan, ikan asin, tempe, atau tahu, makan dengan tangan dipercaya bisa bikin makan lebih lahap. Setuju? Biasanya, banyak restoran yang memberikan kobokan untuk tamunya cuci tangan sebelum makan dengan tangan, yang biasanya dicampur dengan irisan jeruk nipis. Ternyata, kebiasaan ini juga tak baik untuk kesehatan.

Mencuci tangan dengan air kobokan tidak dianjurkan dan malah justru dapat menambah jumlah kuman di tangan Anda. Jika Anda mencuci tangan dengan kobokan, kuman yang berasal dari tangan akan terlepas, larut dalam air, kemudian menempel lagi ke tangan Anda. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menganjurkan untuk mencuci tangan dengan air mengalir. Tujuannya jelas, agar kuman-kuman di tangan tersapu bersih.

Yuk menjadi orang Indonesia yang lebih sehat! Jika Anda memiliki satu atau beberapa kebiasaan makan yang tidak baik untuk kesehatan seperti yang disebutkan di atas, segera hentikan agar tak menyesal di kemudian hari. Lebih baik terapkan pola makan yang lebih sehat, lebih proporsional, dengan menganut konsep gizi lengkap seimbang. Kombinasikan juga dengan olahraga secara teratur dan istirahat cukup agar tubuh selalu sehat dan terlindungi dari berbagai ancaman penyakit.

 

Sumber :

Adriani, M. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Asmayuni, K. S. (2007). Kegemukan (Overweight) Pada Perempuan Umur 25-50 Tahun (Di Kota Padang Panjang Tahun 2007). Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 2 (1), 111–115p.

Irianto, D. P. (2006). Panduan Gizi Lengkap (Keluarga Dan Olahragawan)
(Cet.1). Yogyakarta: CV. Andi Offset.