Article
KETAHUI, SADARI, DAN LAKUKAN PENCEGAHAN DENGAN PRICE
April 23, 2016
0

“Hemophilia doesn’t known skin color, race or nation. Build your awareness and prevent the bleeding”

Hemofilia

Dalam darah manusia terdapat tiga jenis keeping darah, yakni eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit. Eritrosit dan Leukosit memiliki peranan penting dalam tubuh. Eritrosit berfungsi sebagai keping darah yang mengikat oksigen dan membantu peredaran oksigen dalam tubuh, sedangkan Leukosit atau sel darah putih adalah keping darah yang bertugas sebagai sistem kekebalan tubuh, menjaga tubuh dari infeksi mikroorganisme dan parasit. Meskipun begitu, peranan trombosit dalam tubuh tidak kalah penting, trombosit adalah keping darah yang bertugas dalam pembekuan darah. Bisakah anda bayangkan jika anda terluka namun darah terus mengucur dan berhenti sangat lama dari biasanya? Atau bisakah anda bayangkan saat anda beraktifitas namun anda menemukan memar pada tubuh anda tanpa tahu penyebabnya?. Membayangkan hal tersebut tentunya peranan trombosit sangatlah penting.

            Namun hal tersebut dapat saja terjadi akibat suatu mutasi genetik pada seseorang, Kelainan ini disebut dengan Hemofillia. Hemofillia adalah Suatu penyakit yang diturunkan oleh ibu kepada anaknya. Penderita hemofillia memiliki darah yang tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal dan cenderung membeku lebih lambat dari orang sehat pada umumnnya. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh The World Federation of Hemophilia (WFH), penderita Hemofilia di dunia berjumlah ± 400.000 orang. Secara umum, hemofilia di derita oleh laki-laki. Hemofilia pada perempuan dapat terjadi namun sangat jarang, hal ini dikarenakan seorang perempuan akan menderita hemofilia apabila ayahnya adalah penderita hemofilia dan ibunya adalah pembawa sifat hemofilian pada gennya. Menurut WFH, sepertiga dari semua kasus merupakan suatu mutasi gen baru, dengan kata lain tidak ada riwayat hemofilia dalam keluarga. Umumnya, gejala-gejala yang dialami oleh penderita hemofilia adalah gangguan perdarahan di bawah kulit berupa memar dengan atau tidak penyebab yang jelas.

APA SAJA JENIS-JENIS HEMOFILIA?

Berdasarkan jenis defisiensi faktor protein, hemofillia terbagi menjadi dua jenis, yakni: Hemofilia A dan Hemofilia B. Hemofilia A adalah hemofilia yang disebabkan oleh kekurangan faktor VIII protein pada darah sehingga menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. Hemofilia B adalah hemophilia yang disebabkan oleh kekurangan faktor IX protein dalam darah sehingga menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah. Sedangkan berdasarkan kadar faktot VIII dan faktor IX dalam darah, hemofilia dibagi menjadi tiga jenis. Adapun tingkatan tersebut adalah:

  • Hemofilia berat

Pada tingkat ini, penderita cenderung mengalami pendarahan dalam sebulan dengan pendarahan yang tidak diketahui sebabnya (spontan tanpa trauma).

  • Hemofilia sedang

Pada tingkat ini, penderita cenderung mengalami pendarahan yang diakubarkan oleh aktivitas sehari-hari yang berat (terjadi akibat trauma sedang).

  • Hemofilia ringan

Pada tingkat ini, penderita cenderung mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu (jarang terjadi perdarahan secara spontan, dan lebih terpicu karena trauma berat). Wanita yang mengalami hemofilia dalam tingkatan ini akan mengalami perdarahan lebih saat engalami menstruasi.

            Berdasarkan letak perdarahan, tingkatan hemofilia dibagi menjadi dua, yakni: tingkatan serius dan tingkatan yang membahayakan nyawa. Pada tingkat yang serius perdarahan umumnya terjadi pada persendian, otot, dan membran mukosa. Sedangkan pada tingkat yag membahayakan nyawa, perdarahan cenderung terjadi pada bagian kepala (otak), leher ataupun tenggorokan, dan pada bagian usus.

 

 

BAGAIMANA PENCEGAHAN PERDARAHAN PADA PENDERITA HEMOFILIA?

            Melihat kemungkinan keparahan tentunya iperlukan tindakan pencegahan, serta pemberian informasi baik kepada penderita hemofilia maupun kepada pihak keluarga mengenai cara penanganan serta pencegahan penyakit ini. Salah satu langkah pencegahan adalah dengan activity management. Beraktivitas secara fisik tentunya penting unutk semua orang agar tetap memiliki kondisi kesehatan dan kebugaran yang baik. Meskipun begitu, seorang dengan penderita hemofilia perlu unutk menghindari aktivitas fisik yang berat dan memiliki kemungkinan unutk menyebabkan benturan/ memar, contoh: olahraga sepak bola, mengendarai motor dengan yang ugal-ugalan dan tanpa pengamanan. Kendati begitu, bukan berarti penderita hemofilia tidak dapat menjalani kehidupan seperti orang lainnya. Beberapa aktivitas yang tidak akan menyebabkan benturan dapat dilakukan oleh penderita hemofilia, seperti: bulutangkis, berenang, bersepeda, dan lain-lain. Hal itu tentunya dengan catatan: penderita hemofilia telah mempertimbangkan dampak aktivitas, serta mempertimbangakan proteksi diri (alat pelindung) untuk mengantisipasi adanya kecelakaan sebelum melakukan aktivitas.

            Selain itu terdapat beberapa upaya pencegahan dan penanganan perdarahan, yakni dengan menggunakan langkah-langkah “PRICE”. Adapun langkah-langkah tersebut adalah:

  • Proteksi             : menggunakan pelindung diri (antisipasi benturan)
  • Rest : mengistirahatkan persendian
  • Ice : mengkompres luka dengan air dingin/es
  • Compression : membalut luka dengan perban secara baik dan benar
  • Elevation : membaringkan diri dengan posisi luka lebih tinggi daripada jantung

 

 

 

Sumber:

World Federation of Hemophilia. 2012. Guidelines for the Management of Hemophilia. Edisi 2. Quebec: World Federation of Hemophilia.

Dapat diakses pada:

https://www1.wfh.org/publication/files/pdf-1472.pdf

(diakses pada 20 April 2016)

 

Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. 2015. Building a Familiy of Support: Hari Hemofilia Sedunia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Dapat diakses pada:

http://www.pusdatin.kemkes.go.id/pdf.php?id=15042000001

(diakses pada 20 April 2016)