Surat Biru Muda
“Muda dan Menginspirasi”
April 7, 2017
0

Ngakan Bagus Danip Pradipta : Jangan menjadi bintang yang terang di tempat yang gelap,

Jadilah bintang yang paling terang di tempat yang paling terang.

template sbm

Menginspirasi dan rendah hati, merupakan kata – kata yang tepat menggambarkan seorang Ngakan Bagus Danip Pradipta. Sosok yang akrab dipanggil ‘Danip’ merupakan salah satu alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) tahun 2008 dan pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) pertama setelah bergabungnya PSKM di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Saat kuliah di PSKM ia mengambil peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK) karena merasa tertarik pada pengaruh dan dampak kebijakan yang diterapkan di bidang kesehatan terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat. Selain itu, selama masa perkuliahan Kak Danip sangatlah aktif berorganisasi yang dibuktikan dengan keikutsertaannya pada BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) PSKM, HMKM (Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) FK UNUD, KMPL (Komunitas Mahasiswa Pecinta Lingkungan) FK UNUD. Laki – laki yang lahir pada 12 Juli 1990 ini mengatakan bahwa melalui organisasi – organisasi yang ia ikuti dapat membuatnya mampu meningkatkan kualitas diri dalam manajemen suatu kegiatan, membangun relasi, mengembangkan potensi diri dalam hal berpikir idealis, kritis, dinamis, kreatif, inovatif, melatih kemampuan berbicara di depan umum dan memperkuat mental untuk siap menghadapi situasi apapun. Lalu apakah suka duka yang Kak Danip rasakan? Ia mengutarakan bahwa duka yang pernah Ia alami yaitu IP (Indeks Prestasi) sempat anjlok di semester 3 saat bergabung di HMKM, tetapi setelahnya sudah semakin membaik seiring bisa mengimbangi waktu kuliah dan organisasi. Dibalik duka tentunya suka yang dirasakan yaitu sungguh bersyukur dan bangga  dapat diberikan kesempatan untuk membawa nama HMKM ataupun PSKM diberbagai acara atau kegiatan penting serta dapat bekerja sama dan semakin akrab dengan seluruh civitas khsususnya mahasiswa dan Dosen PSKM.

Selama menjalani masa kuliah di PSKM FK Unud, lelaki berusia 26 tahun ini mengaku pernah mendapatkan beasiswa sewaktu S1. Beasiswa tersebut diberikan secara periodik bisa diperoleh oleh mahasiswa yang IP nya bisa stabil. Ia pula memberi saran kepada mahasiswa yang sedang menempuh studi untuk rajin-rajin update informasi di bidang akademik (TU PSKM dan FK), pastikan mendaftar tepat waktu dan pastikan IP tidak turun setiap semesternya. Kak Danip pula mengatakan bahwa ia bukanlah mahasiswa yang berprestasi secara akademik semasa kuliah, namun ia adalah mahasiswa yang selalu berupaya aktif disetiap kesempatan. Bisa memfasilitasi teman-teman lainnya dengan memperjuangkan ke pihak Prodi, Fakultas bahkan Universitas yang merupakan sebuah prestasi tersendiri baginya. Sosok yang hobi futsal dan bermain musik ini mengatakan bahwa menurutnya PSKM sangatlah luar biasa karena dipimpin dan didominasi oleh Dosen – Dosen Muda yang berprestasi. Ia merasa sangat bangga memiliki panutan seperti beliau-beliau.

Setelah lulus dari PSKM, Kak Danip mendapatkan kesempatan untuk bekerja di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Surabaya sejak tahun 2014 hingga sekarang. Jika ditanya apakah ada rencana melanjutkan studinya, Kak Danip mengutarakan bahwa ia memiliki rencana akan melanjutkan kuliah S2 di Universitas Airlangga. Ia merasa sangat beruntung karena selalu mendapat dukungan dan motivasi yang tak henti – hentinya dari keluarga dan orang terdekat yang selalu bisa memberikan pengertiannya.

Seorang yang memiliki motto hidup ‘Jangan  menjadi bintang yang terang di tempat yang gelap, Jadilah bintang yang paling terang di tempat yang paling terang’,  mengatakan bahwa saran yang dapat ia berikan untuk PSKM dan HMKM terkait dengan pengalamannya setelah lulus dan di tempat kerja yaitu :

“Perdalamlah keilmuan di PSKM, maksimalkan menggali ilmu sebanyak-banyaknya melalui sistem dan para Dosen yang sudah ada di PSKM. Jangan sampai ilmu yang kita peroleh ibarat sungai yang luas tapi dangkal, melainkan cukup bagaikan kolam namun dalam.

Jadi bukan Ibu/Bapak Dosen yang aktif memberikan materi kuliah, namun kitalah yang aktif bertanya dan membekali diri kita bahkan jika perlu mengusulkan metode kuliah baru yang lebih menarik dan optimal dalam pemahaman materi.

Pastikan kalian memiliki standar sesuai kompetensi saat kalian di dunia kerja, tapi tidak ada salahnya kalian juga harus punya nilai lebih/tambah yang bisa ditawarkan saat di tempat kerja nanti. Karena besarnya IPK layaknya hanya menjadi persyaratan untuk lulus persyaratan administrasi, selanjutnya tergantung soft skill yang telah kalian bentuk sendiri saat perkuliahan. Ternyata latihan wawancara/interview di tempat kerja juga sangat penting dalam hal “mempromosikan diri” di tempat kerja. Mungkin saat ini kampus hanya fokus pada nilai dan kemampuan akademik dari mahasiswanya.

Perbanyaknya pengalaman baik yang ada hubungannya dengan bidang keilmuan saat ini ataupun yang saat ini tidak ada hubungannya tetapi suatu saat kedepan pasti kita membutuhkannya seperti pengembangan media dan teknologi, caranya adalah melalui kegiatan-kegiatan di HMKM. Kita lelah sekarang bukan untuk besok atau lusa, tapi untuk masa depan” jelasnya.