Article
Sayangi Jiwamu, Kenali Dirinya
Februari 20, 2018
0

LUNGApakah kalian sudah mengenal kanker paru?

Kanker paru adalah keganasan yang berasal dari luar paru (metastasis tumor paru) maupun yang berasal dari paru sendiri, dimana kelainan dapat disebabkan oleh kumpulan perubahan genetika pada sel epitel saluran nafas, yang dapat mengakibatkan proliferasi sel yang tidak dapat di kendalikan. Kanker paru merupakan kanker terbanyak secara insidensi dan mortalitas (Supartono, dkk, 2012). Di seluruh dunia terdapat 1,1 juta kasus baru per tahun dan 0,95 juta kematian pada penderita laki – laki dan 0,51 juta kasus baru per tahun dan 0,43 juta kematian pada penderita wanita. Diperkirakan 226.160 kasus baru kanker paru di tahun 2012. Hanya sekitar 2% pasien kanker paru yang didiagnosis dengan metastasis dapat tetap hidup lima tahun setelah diagnosis. Sebagian besar kasus kanker paru terjadi pada individu berusia 35-75 tahun dengan insidensi puncak terjadi antara usia 55-65 tahun (Mazzone, 2015).

Jenis kanker paru ada apa aja sih?

Kanker paru umumnya dibagi menjadi dua kategori besar, yakni kanker paru sel kecil (small cell lung cancer-SCLC) dan kanker paru non-sel kecil (non-small cell lung cancer-NSCLC). Kategori NSCLC terbagi lagi menjadi adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel besar. Sekitar 80% kasus kanker paru merupakan NSCLC.

 

Angka kejadian kanker paru masih tinggi karena penyebab pastinya belum diketahui.

Penyebab pasti kanker paru belum diketahui, tetapi paparan atau inhalasi berkepanjangan suatu zat yang bersifat karsinogenik merupakan faktor penyebab utama. Namun, saat ini diperkirakan juga terdapat faktor lain yang menjadi penyebab kanker paru, yaitu :

  1. Faktor Genetika

Menurut penelitian, adanya riwayat orang tua yang menderita kanker paru, maka anaknya memiliki resiko menderita kanker paru lebih dari lima kali.

  1. Jenis Kelamin

Laki – laki memiliki resiko lebih besar daripada perempuan karena laki-laki memiliki kebiasaan merokok dengan jumlah lebih besar. Tingkat kasus baru pada tahun 2011 menunjukkan bahwa pria mengembangkan kanker paru-paru lebih sering daripada wanita (64,8 dan 48,6 per 100.000 masing-masing).

  1. Merokok

Lebih dari 87% penderita kanker paru adalah perokok tetapi hanya sekitar 20% dari perokok yang berkembang menjadi kanker paru. Asap rokok yang dihirup oleh perokok aktif maupun perokok pasif mengandung zat kimia dan zat karsinogen, yang dapat merangsang perubahan sebagian besar gen yang mengontrol homeostatis alveolar normal dan sel-sel bronkial.

  1. Polusi Udara

Polusi udara yang berada di luar maupun di dalam ruangan dan gas buangan kendaraan bermotor atau bermobil juga mengandung unsur-unsur karsinogenik yang apat menyebabkan terjadinya kanker.

  1. Paparan Pekerjaan

Sekitar 3% sampai 17% kanker paru disebabkan oleh paparan unsur-unsur karsinogenik yang terdapat pada lingkungan pekerjaan. Misalnya : asebstos, kromium, hidrokarbon polisiklik (Supartono, dkk, 2012).

Bagaimana ciri-ciri orang yang terkena kanker paru?

Ciri-ciri atau gejala terkena kanker paru, yaitu:

  1. Batuk pada pasien kanker paru-paru sekitar 65%-75% .
  2. Hemoptisis pada pasien kanker paru-paru sekitar 6%-35%, dan sekitar 20-30% pada pasien akan mengembangkan hemoptisis dengan 3% mengalami hemoptisis yang fatal.
  3. Sesak nafas pada pasien kanker paru-paru sekitar 65%. Penyebab sesak napas pada kanker paru-paru termasuk paru-paru parenkim utama, efusi pleura, pneumonia, dan komplikasi dari kemoterapi atau terapi radiasi, seperti pneumonitis.
  4. Nyeri dinding dada pada pasien kanker paru-paru sekitar 50%. Nyeri dada dapat terjadi karena penyebaran langsung dari tumor ke permukaan pleura.
  5. Suara serak pada pasien kanker paru-paru sekitar 18% .
  6. Kehilangan berat badan, nyeri tulang, sakit kepala, kelelahan dan anoreksia (National Geographic Indonesia, 2018).

 

Dengan penjelasan tentang kanker paru di atas, diharapkan seluruh masyarakat dapat lebih mengenal tentang kanker paru tersebut. Mengenal kanker paru tersebut sangatlah penting agar seluruh masyarakat dapat menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kanker paru serta dapat melakukan pendeteksian secara dini terhadap penyakit kanker paru. Oleh karena itu, masyarakat juga nantinya akan membantu mengurangi angka kejadian kanker paru khususnya di Indonesia.

Sumber :

Mazzone P, et al. 2015. Components necessary for high-quality lung cancer screening: American College of Chest Physicians and American Thoracic Society Policy Statement. Vol 147(2): 295–303

National Geographic Indonesia. 2018. 9 Gejala Kanker Paru yang Tak Boleh Anda Abaikan. Diakses pada 15 Februari 2018. Available at : http://nationalgeographic.co.id/berita/2018/01/9-gejala-kanker-paru-yang-tak-boleh-anda-abaikan

Supartono, dkk. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Hidup Satu Tahun Penderita Kanker Paru Stadium Lanjut di RSUD Dr. Kariadi Semarang. Medica Hospitalia. Vol 1(1): 25–31