Article
Tidak Merokok Bukan Berarti Tidak Berbahaya
Mei 20, 2018
0

Pada umumnya kita ketahui bahwa orang yang merokok beresiko mengalami penyakit yang serius. Banyak pihak menghawatirkan perokok. Namun, hanya beberapa yang memperhatikan kesehatan orang-orang yang berada di sekitar perokok tersebut. orang yang menghirup asap rokok orang lain sering dikenal dengan sebutan perokok pasif. Second Hand Smoke (SHS) atau Asap Rokok Orang Lain (AROL) telah banyak dibuk­tikan sebagai faktor resiko berbagai masalah kesehatan. Menurut US Centers for Disease Control and Prevention, hampir 50.000 orang Amerika meninggal setiap tahun akibat kanker paru-paru dan jantung disebabkan paparan asap rokok orang lain (US CDC, 2008).

 

Bahayakah paparan SHS bagi tubuh seseorang?

SHS atau AROL merupakan salah satu asap yang membahayakan kesehatan. Asap rokok terdiri dari asap utama yang mengandung 25% kadar bahan berbahaya dan asap sampingan yang mengandung 75% kadar bahan berbahaya. Perokok pasif mengisap 75% bahan berbahaya ditambah separuh dari asap yang dihembuskan keluar oleh perokok. Paparan SHS menyebabkan penyakit jantung dan meningkatkan resiko kematian ak­ibat penyakit ini sebesar kira-kira 30%. Semen­tara dampak pada kehamilan dapat menyebab­kan berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan bayi lahir premature, Sindroma Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome [SIDS]), dan efek pada bayi berupa pertum­buhan janin dalam rahim terhambat dan kegu­guran spontan. Asap Rokok mengandung 4000 bahan kimia beracun dan tidak kurang dari 69 diantaranya bersifat karsinogenik atau me­nyebabkan kanker .

 

Menghirup asap rokok orang lain memiliki efek yang merugikan pada sistem kardiovaskuler. Paparan SHS menyebab­kan penyakit jantung dan meningkatkan resiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 30%, bahkan bukti terkini mengatakan bahwa efek tersebut dapat meningkat dua kali lebih besar (Whincup, 2004). Paparan SHS papa berbagai penelitian di dunia telah terbukti berhubun­gan dengan kanker paru. Laporan IARC, Sur­geon General, menyebutkan bahwa SHS me­nyebabkan kanker pada orang yang bukan perokok. Orang bukan perokok yang terpapar asap rokok di rumah atau di tempat kerja akan meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 25-30% dan/atau kanker paru sebesar 20-30% (WHO, 2004).

 

SHS juga menjadi permasalahan serius di tempat kerja. Menurut estimasi Internatio­nal Labor Organization (ILO) tahun 2005 tidak kurang dari 200.000 pekerja yang mati setiap tahun karena paparan asap rokok orang lain di tempat kerja. Kematian karena paparan asap rokok orang lain merupakan 1 dari 7 penyebab kematian akibat kerja (Takala J, 2005).

 

Apa saja ancaman kesehatan bagi orang yang terpapar SHS?

  1. Kanker Paru-paru

Sama halnya dengan perokok aktif, perokok pasif juga sangat rentan terkena penyakit kanker paru-paru. Hal ini terjadi dikarenakan asap yang terhirup oleh hidung akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui paru-paru.

  1. Gangguan Pernapasan (Asma)

Gangguan pernafasan, juga mungkin dialami perokok pasif, misalnya asma, sulit untuk bernafas, batuk yang berkepanjangan dan lain sebagainya.

  1. Serangan Jantung

Darah dari seseorang yang menjadi perokok pasif akan menjadi lengket dan dapat mengakibatkan penyumbatan. Risiko terkena serangan jantung dan stroke menjadi meningkat.

  1. Kematian Dini

Bagi para perokok, hindari merokok di dekat bayi atau anak-anak berusia 2 minggu – 1 tahun sebab jika bayi atau anak-anak menghirup asap rokok yang dihembuskan bahkan hingga sampai menjadi perokok pasif akibat seringnya menghirup asap rokok, mereka berisiko mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)  yakni Kematian Bayi secara Mendadak (Direktorat P2PTM, 2016).

 

Oleh karena itu, meskipun kita tidak merokok secara langsung jangan sampai lengah dengan paparan asap rokok orang lain yang dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi diri kita.

 

Sumber :

Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Ancaman Bahaya bagi Perokok Pasif. Diakses pada 17 Mei 2018. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/ancaman-bahaya-bagi-perokok-pasif

Takala J. 2005. Introductory report: decent work, safe work. International Labor Organization, Geneva. Diakses pada 17 Mei 2018. Available from: http://www.ilo. org/public/english/protection/safework/ wdcongrs17/intrep.pdf.

U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2008. Annual Smoking Attributable Mortality, Years of Potential Life Lost, and Productivity Losses in United States 2000- 2004. Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) 57(45).

Whincup PH, et al. 2004. Passive smoking and risk of coronary heart disease and stroke: prospective study with cotinine measurement. British Medical Journal. Vol. 329(7459) : 200-5p.

World Health Organization. 2004. International Agency for Research on Cancer. IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risk to Humans, 83. Tobacco Smoke and Involuntary Smoking. Lyon, France.