MENGETAHUI BATAS AMAN KONSUMSI MIE INSTAN DEMI KESEHATAN YANG LEBIH OPTIMAL
Januari 27, 2024
0

Mie instan sebagai salah satu makanan yang praktis dan cepat, telah menjadi pilihan populer di kalangan masyarakat modern. Meskipun menjadi salah satu makanan instan paling populer, mie instan memiliki sejumlah bahaya kesehatan yang telah diketahui oleh banyak orang. Kandungan natrium, MSG, dan pengawet yang sangat tinggi pada makanan tersebut, sehingga tidak dapat dikonsumsi setiap hari. Meskipun demikian, masih banyak yang sering mengonsumsinya karena berbagai alasan, sebagian besar konsumen tidak mempunyai  waktu yang cukup untuk dapat mengonsumsi makanan lengkap, terutama untuk memasak dan menyajikannya, selain itu karena harga terjangkau, dan rasa yang enak. Menurut ahli gizi, konsumsi mie instan memang tidak ada batasnya. Meski begitu, anjurannya tidak lebih dari dua kali dalam seminggu (Kurniawati, 2023).

Mie instan mengandung  natrium  sekitar  600 –1.100  mg  per  porsi  (45 –65%  AKG)  dan  pengatur keasaman,  penstabil  (fosfat  dan  nabati),  antioksidan dan  pewarna  sintetik,  sedangkan  pada  bumbu  yang tersedia   dalam   kemasan   mie   instan   mengandung garam, gula, penguat rasa, perisa sintetik, antioksidan, bawang, lada  bubuk,  daun  bawang,  dan  vitamin. Salah satu bahan penguat rasa yang digunakan adalah monosodium glutamate  (MSG).  MSG  tergolong food additive atau bahan tambahan pangan (BTP) yang diperoleh dari proses hidrolisis protein yang menghasilkan purifikasi glutamate atau gabungan dari beberapa asam amino dengan sejumlah peptide. MSG berfungsi sebagai penguat dan  penyedap rasa jika digunakan sebagai bahan tambahan pangan, terutama pada pangan yang mengandung protein.

Mie instan tidak dapat hancur selama dua jam proses pencernaan di dalam tubuh. Bentuk mie yang masih utuh, sehingga memaksa saluran pencernaan manusia bekerja ekstra keras untuk memecah makanan tersebut. Jika mie instan tetap berada di dalam saluran cerna untuk waktu yang lama, akan sangat berdampak pada penyerapan nutrisi makanan lain. Seorang yang mengkonsumsi mie instan berlebihan yaitu lebih dari 2 kali dalam seminggu beresiko mengalami gangguan metabolisme, yaitu gejala-gejala tubuh seperti obesitas, hipertensi, peningkatan kadar gula darah, dan peningkatan kadar kolesterol darah. Hal ini disebabkan akumulasi zat-zat kimia beracun, seperti pewarna makanan dan bahan pengawet dalam mie. Mie instan dapat mengganggu sistem pencernaan karena hanya memiliki sedikit serat yang akan menyebabkan konstipasi dan gerakan peristaltik usus menjadi tidak teratur. Kandungan lemak dan natrium di dalam mie instan merupakan penyebab utama obesitas (Wahyuningsih, 2013).

Lantas, bagaimana cara memasak mie instan yang lebih sehat? Berikut beberapa langkah sederhana dan mudah yang dapat dilakukan.

  • Jangan memasukkan semua bumbu

Salah satu faktor yang membuat mie instan tidak sehat adalah tingginya kandungan natrium pada bumbunya. Natrium yang berlebihan pada bumbu mie instan seringkali melebihi kebutuhan harian, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di masa mendatang. Oleh karena itu, untuk membuat mie instan yang lebih sehat, disarankan untuk tidak menggunakan seluruh bumbu yang tersedia. Jika ingin meningkatkan cita rasa mie instan, tambahkan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang, atau cabai.

  • Tambahkan sayur sebanyak-banyaknya

Kalori yang tinggi pada mie instan dapat berisiko menyebabkan obesitas dan diabetes. Untuk membuat mie lebih sehat untuk dikonsumsi adalah dengan menambahkan sayur-sayuran.

  • Tambahkan protein

Mie instan umumnya hanya mengandung karbohidrat, sedangkan tubuh memerlukan asupan gizi yang seimbang. Oleh karena itu, tambahkan protein ke dalam mie instan, seperti telur rebus atau telur goreng dan daging tanpa lemak.

  • Batasi asupan makanan dalam sehari

Jumlah kalori yang terkandung dalam mie instan lebih tinggi dibandingkan kalori dari nasi. Secara sederhana, satu porsi mie instan memiliki jumlah kalori yang setara dengan tiga mangkuk nasi. Untuk menghindari asupan kalori yang berlebihan, disarankan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat pada jam makan berikutnya setelah mengonsumsi satu bungkus mie instan dan hindari makan mie instan dicampur dengan nasi.

  • Hindari mengonsumsi mie instan di tengah malam sebelum tidur

Mengonsumsi mie instan pada tengah malam merupakan kebiasaan tidak baik karena dapat membuat berat badan naik. Ketika malam hari, tubuh lebih lambat mencerna makanan dan tidak ada aktivitas yang dilakukan untuk pembakaran kalori.

  • Jangan lupa untuk melihat tanggal kadaluwarsa

Mie instan biasanya dibeli dalam jumlah yang banyak sebagai simpanan makanan di rumah. Bahkan terkadang, mie instan disimpan sampai terlalu lama. Oleh karena itu, sebelum memasaknya, perhatikan tanggal kadaluwarsa di kemasan agar aman saat dikonsumsi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Efrizal, W. (2020). Perilaku Konsumsi Mie Instan Pada Remaja di Bangka Belitung. CITRA DELIMA, 94-100.

Gunardi, A. J. (2020, Mei 19). Cara Membuat Mie Instan Lebih Menyehatkan. Online: (https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/cara-membuat-mi-instan-lebih-menyehatkan) Diakses pada 14 Januari 2024.

Kurniawati, T. (2023, Mei 04). Berapa Batas Konsumsi Mie Instan? Ini Kata Ahli Gizi UM Surabaya. Online: (https://www.um-surabaya.ac.id/article/berapa-batas-aman-konsumsi-mie-instan-ini-kata-ahli-gizi-um-surabaya) Diakses pada 14 Januari 2024.

Wahyuningsih, M. (2013, Juni 08). Bahaya kesehatan yang mengintai dibalik nikmatnya mie instan. Detik health. Online: (https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2267724/bahaya-kesehatan-yang-mengintai-di-balik-nikmatnya-mi-instan) Diakses pada 14 Januari 2024.