NETWORKING BIRU MUDA BULAN MARET 2024
Maret 25, 2024
0

Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana merupakan salah satu fakultas yang tak pernah berhenti untuk melahirkan generasi unggul penerus bangsa yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kemampuan berkualitas untuk  bersaing dalam dunia kerja di luar sana. Memiliki tenaga pendidik yang berkualitas, profesional, dan ahli di bidangnya menjadikan Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat atau yang sering dijuluki sebagai sang “Biru Muda” ini tak pernah luput dari prestasi mahasiswa maupun lulusannya yang unggul dalam berbagai bidang. Tak hanya dalam bidang akademik, prestasi yang dihasilkan oleh civitasnya juga berasal dari bidang lain. Salah satu generasi Biru Muda yang berhasil dan sukses meraih prestasi gemilang adalah Ni Putu Gita Saraswati Palgunadi, S.KM.

 

Ni Putu Gita Saraswati Palgunadi,S.KM atau akrab disapa Gita merupakan salah satu alumni Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Angkatan 2017. Beliau merupakan salah satu lulusan Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat (PSSKM) yang memiliki banyak pengalaman menarik semasa kuliahnya dan bisa menjadi inspirasi bagi civitas akademika aktif saat ini. Beliau mengumpamakan awal mula  berkuliah di PSSKM seperti hal yang menarik, menantang dan menyenangkan.

 

Pada masa awal perkuliahan di PSSKM menurut beliau sangat challenging, karena tidak hanya belajar tentang kesehatan saja tetapi kita juga belajar tentang aspek lainnya mulai dari sosial budaya, pengaruh lingkungan bagi kesehatan serta mempelajari tentang aspek promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Saat mengenyam pendidikan beliau merasa senang, karena menemukan jiwanya di PSSKM. Peminatan yang kak Gita tekuni saat menjalani perkuliahan di PSSKM FK Unud yaitu Kesehatan Lingkungan, karena peminatan kesehatan lingkungan memiliki lapangan pekerjaan yang luas dan aspek lingkungan mengarah kemana saja sehingga menjadi menantang dan akan terasa menyenangkan untuk ditekuni. Kak Gita merupakan tipe orang yang suka dengan tantangan sehingga masuk peminatan kesehatan lingkungan itu sangat cocok dengan beliau. Banyak sekali hal yang beliau dapatkan saat mengenyam pendidikan di PSSKM FK Unud.

 

Menurut wanita kelahiran Gadungan, 26 Agustus 1998 atau kak Gita hal yang paling berkesan  dalam masa perkuliahan sangat banyak mulai dari bidang akademik, organisasi, dan yang lain-lain. Salah satu yang paling berkesan yaitu pada saat mengikuti Pelatihan Kerja Lapangan (PKL), karena beliau  merasakan bahwa pada saat PKL kita diperbolehkan untuk magang dan praktek secara nyata. Ibaratnya  sebagai anak magang yang harus belajar banyak hal dalam waktu singkat itu menurut kak Gita sangat menyenangkan dan sangat challenging . Pada saat mengikuti PKL, kak Gita berkesempatan magang di Non Governmental Organization (NGO). Kak Gita merasakan apa yang beliau pelajari di tempat magang sangat bermanfaat dan membantu dalam pekerjaan yang beliau tekuni sekarang. Bahkan materi-materi yang beliau dapatkan di peminatan kesehatan lingkungan sampai saat ini masih beliau terapkan dalam dunia pekerjaan yang beliau tekuni. Hal Itulah yang membuat kak Gita merasa sangat berkesan, karena dapat belajar sesuatu secara langsung dari lapangan, yang dimana sebelumnya beliau tidak mengetahui banyak tentang hal tersebut. Pada saat itu, beliau merasa semakin yakin bahwa pada saat mengikuti PKL, dirinya tidak salah memilih peminatan karena itu sangat berkaitan dengan yang beliau jalani pada saat itu. Oleh karena itulah, mengapa kak Gita tertarik untuk berkecimpung di dunia sosial.

 

Pengalaman yang sangat berkesan lainnya yaitu pada saat mengikuti organisasi, menurut beliau sebagai mahasiswa itu terasa kurang jika tidak mengikuti organisasi. Perjalanan organisasi beliau cukup balance karena tidak hanya berkontribusi di tingkat Program Studi tetapi juga berkontribusi di tingkat Fakultas dan tingkat Universitas. Dengan itu beliau bisa mendapatkan banyak relasi dan itu sangat berpengaruh pada dunia pekerjaan yang beliau tekuni sekarang. Pada saat beliau mengikuti organisasi tersebut banyak sekali suka dan duka yang beliau jalani, dan hal itulah yang membuat beliau menjadi pribadi yang bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan mandiri.

 

Berbicara tentang organisasi, kak Gita pernah menjadi bagian dari pengurus HMKM FK Unud yaitu beliau menjadi pengurus Bidang 1 khususnya bagian ilmiah. Kak Gita merasakan bahwa saat menjadi pengurus di bidang 1 HMKM FK Unud, beliau mendapatkan ilmu tambahan tentang menyusun event, dan mengkoordinasi banyak orang. Selain itu, kak Gita juga aktif mengikuti Kelompok Ilmiah Hippocrates (KIH). Saat mengikuti KIH beliau belajar banyak tentang penelitian dan keilmiahan. Beliau mendapatkan benefit tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih teliti, dan mampu berpikir kritis. Pengalaman organisasi selanjutnya yaitu kak Gita pernah menjadi petugas Student Day Universitas Udayana. Pengalaman tersebut adalah journey yang sangat berharga karena bisa memiliki anggota sie sampai 100 orang dan bisa menghandle 5.000 mahasiswa baru. Menurut beliau, dengan mengikuti organisasi baik diluar atau yang ada di Universitas Udayana tentunya sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan yang sebelumnya kita miliki, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih berkembang ke arah yang positif.

 

Tak hanya sampai disitu, pengalaman berkesan selanjutnya yaitu dalam mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di PSSKM FK Unud. Pengabdian masyarakat yang ada di PSSKM sangat bagus dan berkesan karena dengan mengikuti kegiatan pengmas kita bisa mengetahui bagaimana karakter masyarakat secara langsung saat kita terjun ke masyarakat serta mendapat ilmu menarik tentang bagaimana cara penyampaian isu kesehatan kepada masyarakat secara baik dan benar.  Menurut kak Gita, pengabdian masyarakat tak hanya sekadar turun ke lapangan lalu memberi penyuluhan setelah itu pulang. Tetapi kita juga harus melihat impact yang didapatkan oleh masyarakat itu sendiri.

 

Bidang akademik tidak hanya tentang melatih bagaimana kita menjadi tahu dan paham tentang sesuatu, tetapi bagaimana cara kita berpikir tentang sesuatu. Jika kita hanya belajar tentang sesuatu kita akan sekadar tau, tetapi jika kita belajar bagaimana cara berpikir untuk memecahkan segala sesuatu cara berpikir yang kita terapkan akan tetap sama sampai sekarang. Hal seperti itulah yang menurut kak Gita sangat berharga karena kita menjadi tau dan paham bagaimana cara memecahkan suatu permasalahan dengan baik hingga menemukan solusinya dari cara kita berpikir. Ibaratnya kita tidak hanya berpikir kuratif saja, tetapi jika kita belajar secara promotif dan preventif itu akan membuat mindset kita akan lebih baik kedepannya .

 

Kak Gita resmi lulus pada bulan September tahun 2021 yang dimana pada saat itu masih dalam situasi adanya wabah virus Covid-19. Tentunya menyebabkan banyak lowongan pekerjaan yang menghilang dan berkurang, sehingga  situasi tersebut membuat kesulitan untuk mencari pekerjaan, kak Gita sendiri mempunyai target bahwa ia ingin bekerja di bidang sosial. Setelah mencoba melamar pekerjaan di berbagai tempat baik di bali maupun di luar bali, akhirnya kak Gita mendapatkan pekerjaan yaitu di Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia dan pada saat ini sudah memasuki tahun ketiga. Yayasan tempat beliau bekerja lebih bergerak dalam bidang lingkungan. Adapun salah satu contoh program yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan yaitu program promotif dan preventif, jadi terdapat klinik keliling yang menyasar sekolah di seluruh bali dan memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS dan memberikan konseling gratis. Lalu ada program Marine Environtment bertujuan untuk mengecek kualitas air, seperti mengecek apakah dalam air terdapat bakteri ekoli atau tidak. Yayasan ini juga kerap mengadakan kegiatan peduli terhadap lingkungan, misalnya seperti Beach Clean Up, lalu ada Empowerment for recycle. Kak Gita bertugas menjadi koordinator dan memanage beberapa program, seperti mengatur bagaimana program di Yayasan bisa berjalan dengan baik. Yayasan tempat beliau bekerja memilki beberapa program, saat ini baru terdapat 6 program yaitu Human Rights, Children Rights, Klinik Keliling, Marine Environtment, Cultural Heritage, dan Emergency relief. Keenam program ini dipegang oleh kak Gita, tugas kak Gita yaitu menentukan langkah selanjutnya bagaimana dalam memecahkan masalah dengan baik dan menyusun strategi untuk kedepannya dalam mengatasi hambatan yang ada pada saat menjalani suatu program serta memutuskan bagaimana langkah selanjutnya. Jadi dapat dikatakan ruang lingkup pekerjaan kak Gita lebih mengarah ke manajerial. Menurut beliau, selama menjalani pekerjaan di Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia ilmu tentang kesehatan masyarakat yang ia dapatkan sangat membantu dalam menjalani pekerjaannya.  Seperti pada saat memasuki peminatan kesling yaitu terdapat ilmu tentang Logical Framework Approach (LFA), yang dimana ilmu tersebut hingga sekarang masih beliau terapkan dan sangat membantu pekerjaannya dalam membuat program kesehatan yang bermanfaat dan tepat sasaran meskipun  posisi yang diduduki kak Gita itu secara general.

 

Kak Gita merupakan seseorang yang penuh ambisi dan berpendirian teguh, pada tahun 2021 setelah resmi lulus kak Gita menciptakan sebuah organisasi kolaborasi bumi. Melalui kolaborasi bumi ini, kak Gita mengimplementasikan apa yang beliau cita-citakan semasa kuliah. Beliau ingin memiliki gerakan yang berfokus pada lingkungan kesehatan, hingga pada akhirnya beliau berhasil menjalani program yang disebut Menstrucaraka. Menstrucaraka ini merupakan pemilihan duta menstruasi untuk anak-anak SMP di Bali. Ide ini muncul pada saat beliau mengikuti PKL, berdasarkan pengalaman beliau mendapat informasi bahwa manajemen kebersihan menstruasi itu masih dianggap tabu. Jadi, tujuan dari diciptakannya sebuah program ini adalah untuk mengurangi rasa ketidakpedulian terkait dengan manajemen kebersihan menstruasi dikalangan para remaja perempuan. Dari ide tersebut, kak Gita berhasil menang dalam beberapa kompetisi misalnya seperti menang sebagai Grand dari Unilever. Selain itu pada tahun kedua kak Gita berkesempatan untuk melakukan kerjasama dengan Unicef, hingga pada saat ini  akan menjalin kerjasama bersama Unicef.

 

Wanita asal Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan ini sedang melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Pendidikan Ganesha  yang mengambil tentang Manajemen Lingkungan. Alasan kak Gita mengambil jurusan ini adalah karena memang pada saat menempuh pendidikan S1 beliau sudah menekuni tentang jurusan kesehatan lingkungan. Beliau ingin melanjutkan tentang apa yang sudah beliau pelajari dan ingin menambah insight baru. Kak Gita melanjutkan pendidikan S2 pada tahun 2022 dimana sekarang sedang dalam tahap penyusunan tesis. Pada tahap penyusunan tesis ini kak Gita berfokus pada topik mengenai WASH (Water Sanitation and Hygiene). Beliau mengangkat tema ini, karena ia ingin mewujudkan dan melanjutkan riset dari S1 yang belum tercapai. Berdasarkan bagaimana ambisi dan perjuangan kak Gita dalam meraih cita-citanya membuktikan bahwa setiap proses, usaha dan perjuangan pasti akan membuahkan hasil dibandingkan tidak mau berusaha sama sekali  dan hanya menunggu hal yang belum pasti.

 

Sedikit pesan yang disampikan oleh kak Gita untuk seluruh civitas akademika PSSKM FK Unud yaitu  agar selagi masih ada waktu dan kesempatan carilah pengalaman sebanyak-banyaknya ketika sedang dalam masa perkuliahan, karena kalian tidak akan mendapatkan kesempatan dan privilege sebagai mahasiswa. Jadi manfaatkan waktu dengan baik dan banyak belajar serta mencari pengalaman hingga nantinya mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang terbaik atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, jangan pernah menyerah dengan mimpi yang kalian miliki. Seperti motto yang kak Gita pegang yaitu “setiap kamu bisa membawa kebaikan, tentukan purpose kamu dan wujudkanlah.” Oleh karena itu, wujudkanlah semua cita-cita kalian, jangan ragu dan takut akan kegagalan. Perlu diingat bahwa lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat itu merupakan individu yang multitalenta.

 

Harapan kak Gita untuk Program Studi PSSKM  yaitu semoga semakin mencetak generasi yang unggul kedepannya dan tentunya menjadi lebih baik lagi serta mutunya tetap terjaga. Kepada dosen-dosen yang ada di PSSKM FK Unud terima kasih karena telah membimbing dengan baik dan sangat supportive.