PRESS RELEASE DISKUSI ONLINE 2021 HIMPUNAN MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
Juli 5, 2021
0

     Semenjak kasus pertama COVID-19 diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, tingginya angka kasus COVID-19 masih terus menjadi masalah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah Indonesia. Tercatat pada tanggal 13 Juni 2021, situasi kasus COVID-19 di Indonesia yaitu mencapai 1.919.868 kasus. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan COVID-19 di Indonesia, pemerintah melakukan pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat. Hal tersebut merupakan bentuk upaya preventif yang dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai tingkat kekebalan/herd immunity masyarakat, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 akan terus digencarkan dan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah menargetkan vaksinasi COVID-19 di Indonesia dilakukan sebanyak 181.554.465 vial untuk diberikan ke masyarakat.
     Namun, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih mengalami beberapa kendala. Pasalnya masih saja ada pihak masyarakat yang pro dan kontra tentang vaksin ini. Beberapa ada yang mendukung dan beberapa ada yang meragukan, bahkan ada juga pihak masyarakat yang menolak melakukan vaksinasi COVID-19. Kecemasan dari masyarakat ini merupakan sesuatu hal yang wajar karena kurangnya informasi/banyaknya berita hoaks terkait vaksin yang didapatkan oleh masyarakat tentang vaksin COVID-19. Beberapa kecemasan masyarakat terhadap vaksin COVID-19 yakni kecemasan terhadap keefektifan vaksin dan kecemasan setelah divaksin (pasca vaksinasi). Pemberian vaksinasi COVID-19 ini memang terkadang menimbulkan efek samping bagi sebagian orang. Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional telah menyatakan bahwa efek samping yang timbul setelah vaksinasi COVID-19 adalah suatu tanda bahwa vaksin bekerja dengan baik pada tubuh. Reaksi sistemik yang timbul, seperti demam dan nyeri merupakan tanda bahwa sistem imunitas pada tubuh telah terstimulasi. Oleh karena itu, kecemasan dan ketakutan berlebih itu tidak baik karena dapat mempengaruhi pikiran hingga dapat menjadi faktor risiko timbulnya penyakit.
     Berdasarkan uraian di atas, Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana telah mengadakan sebuah diskusi online yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2021. Kegiatan diskusi online ini telah berjalan dengan baik dan lancar, yang mana telah diikuti oleh 109 mahasiswa/i Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Diskusi online 2021 ini mengambil tema “Harapan dan Tantangan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia” dengan diisi oleh seorang pemateri dari dosen Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat yaitu Dr. dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, M.Epid. Tujuan diadakannya diskusi ini adalah untuk menambah pengetahuan audiens tentang manfaat adanya vaksinasi COVID-19 sebagai salah satu upaya preventif dalam memutus rantai penyebaran COVID-19. Kami juga mengharapkan dengan diadakannya diskusi online ini dapat mengubah perilaku atau kesadaran audiens agar mau dan tidak khawatir untuk mengikuti program yang telah dicanangkan oleh pemerintah yaitu vaksinasi COVID-19 demi untuk mempercepat pemulihan kasus COVID-19 di Indonesia.

33516