Surat Biru Muda
SURAT BIRU MUDA HMKM FK UNUD
Agustus 22, 2020
0

694466

Keep Stepping! There is no limit of Struggling.

Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat (PSSKM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bisa dikatakan sebagai gudangnya mahasiswa berprestasi, yang tidak henti membuat kita semua bangga karena selalu berhasil meluluskan generasi berkualitas unggul yang sudah pasti mampu bersaing dalam dunia kerja di luar sana.

Salah satunya adalah I Gusti Agung Ayu Berlian Audya Parimayuna, S.KM. Wanita yang akrab disapa “Berlian” ini beralamat di Jalan Tunggak Bingin Sanur, Bali, Indonesia. Beliau merupakan alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat (PSKM) angkatan 2014 dengan  peminatan Biostatistik dan berhasil lulus menjadi Sarjana Kesehatan Masyarakat pada tahun 2018 kemarin.

Keputusan kakak berparas cantik yang lahir di Denpasar, 15 Februari 1996 ini untuk memilih peminatan Biostatistik dilatarbelakangi oleh ketertarikan beliau pada bidang analisis data kesehatan. Meskipun sempat ada kebimbangan untuk memilih peminatan yang cocok dan beberapa kendala lainnya, “I chose the hardest one”, begitulah kira-kira jawaban Kak Berlian dan pada akhirnya pilihan jatuh pada Biostatistik. Kak Berlian sependapat bahwa jurusan Biostatistik adalah jurusan yang cukup sulit, namun dari sanalah tumbuh keinginan untuk belajar lebih keras dan lebih banyak.

Mendapat gelar Sarjana, tidak lantas membuat Kak Berlian berpuas diri. Di tahun 2019 lalu, setahun setelah kelulusan S1 beliau, Kak Berlian berhasil melanjutkan pendidikan S2 dengan meraih International Scholarship di University of Bradford Inggris dan mengambil jurusan Master of Public Health. Selain saat ini sedang merampungkan thesis, Kak Berlian juga menjalani kegiatan sebagai Student Ambassador di Universitas serta menjadi Social Media Creator di Universitas sembari menunggu hari kelulusan. Terlebih lagi karena kondisi pandemi saat ini membuat beliau memiliki banyak waktu luang untuk menjalankan hobi seperti modelling, olahraga, serta banyak kegiatan positif lainnya. Beliau mengatakan bahwa untuk sampai di titik ini, bersekolah di Inggris dengan mendapat beasiswa, banyak kegagalan dan penolakan yang diterima olehnya. Proses yang dijalani pun cukup banyak, mulai dari mempersiapkan tes IELTS, memenuhi dokumen-dokumen dan CV yang diperlukan, menjalani wawancara, dan sebagainya. Namun berangkat dari keinginan kuat untuk terus mencoba dan belajar, akhirnya beliau mendapat apa yang di impikan, yaitu bersekolah di Inggris.

Selama menempuh perkuliahan, Kak Berlian merupakan mahasiswa yang sangat aktif. Beliau berusaha aktif dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Kak Berlian mengikuti beberapa organisasi mahasiswa saat kuliah, yaitu sebagai pengurus Bidang 1 Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) FK Unud periode 2014/2015, lalu dipercaya untuk  menjadi Sekretaris Bidang 1 Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) FK Unud periode 2015/2016. Selama menjadi bagian dari HMKM FK Unud terutama Bidang 1, membuat Kak Berlian memiliki kesempatan memperdalam wawasan mengenai ilmu kesehatan, belajar inovatif dan kreatif, serta memperluas relasi. Selain itu, Kak Berlian juga menjadi anggota Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan (KMPL) FK Unud periode 2015/2016 atas dasar kecintaan beliau terhadap lingkungan.

Aktif di berbagai organisasi, tidak menjadi alasan surutnya prestasi yang ditorehkan oleh Kak Berlian. Semasa kuliah, beliau banyak mengikuti lomba yang sejalan dengan hobi modelling yang dimiliki beliau. Tidak jarang pula kakak satu ini menyabet gelar juara dari lomba yang diikutinya, seperti menjadi Representative of Bali for Putra Putri Batik Nusantara pada ajang Batik Ambassador Competition Tahun 2014, sebagai Runner Up 1 English Quiz TBI Tahun 2015 dan Runner Up 2 Lomba Film Pendek Noda Karya dalam ajang Short Movie Competition STD Bali Tahun 2015, sebagai Top 3 Putri Pariwisata Provinsi Bali (Miss Tourism Bali) Tahun 2016, Sebagai Runner Up 1 Duta Endek Denpasar Tahun 2016 sekaligus sebagai Best Talent Duta Endek Denpasar Tahun 2016, dan yang tak kalah membanggakan adalah beliau berhasil menjadi Miss Indonesia Provinsi Bali Tahun 2017.

Selain memiliki segudang prestasi dibidang seni dan modelling, kakak satu ini juga aktif dalam menjalani kegiatan di bidang akademik, sosial dan juga jasa. Kak Berlian sempat mengambil internship di Dinas Kesehatan Provinsi Bali selama kurang lebih tiga bulan dan berpartisipasi dalam kegiatan Kampanye Imunisasi Japanese Encephalitis. Kak Berlian tidak lupa untuk menjalani passion-nya di bidang beauty pageant dengan aktif mengajar di Luh Muani Academy untuk Beauty Pageant, Public Speaking Class, dan Modelling Class. Di samping itu, beliau juga disibukkan dengan mengembangkan jasa konsultasi dan analisis yang dibangun bersama dua teman beliau sesama peminatan biostatistik.

Sebagai sosok yang sudah bisa dikatakan sukses di usia muda, Kak Berlian menuturkan bahwa motivasi terbesarnya di peroleh dari sang Ibunda yang memberi contoh bagaimana menjadi wanita yang multitalenta, aktif di bidang akademik serta non-akademik, tidak pernah berhenti belajar, dan memberi beliau semangat untuk tidak mengeluh dan terus bangkit dari setiap bentuk kegagalan.

Sebagai alumni PSKM FK Unud, Kak Berlian menuturkan bahwa kualitas dari fasilitas perkuliahan dan tenaga pengajarnya sudah sangat baik, disamping itu Kak Berlian juga merasa bersyukur karena selama menjadi mahasiswi di PSKM FK Unud, beliau merasa sangat didukung ketika mengikuti ajang Miss Indonesia. Namun beliau berharap PSKM FK Unud bisa mengadaptasi sistem pembelajaran berbasis online dengan baik. Kak Berlian pun tidak lupa memberikan kesan beliau pada organisasi yang pernah menaunginya terdahulu yaitu Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) FK Unud yang kepengurusannya saat ini sudah sangat jauh berkembang dan update dengan memanfaatkan teknologi saat ini. Beliau juga merasa senang bisa melihat organisasi ini terus tumbuh dan berkembang.

Sedikit pesan dari Kak Berlian untuk para Civitas PSKM FK Unud: “Manfaatkanlah waktu dengan baik, karena waktu tidak dapat diulang kembali. Lukis impian mulai saat ini juga. Ambil kesempatan-kesempatan yang ada dan jangan takut mencoba. Gagal? Coba lagi atau coba kesempatan lain yang ada. Kakak yakin usaha-usaha yang “berlian” akan menghasilkan sesuatu yang “berlian” juga. Sukses!”